Hotel adalah bangunan yang khusus disediakan bagi orang untuk menginap atau istirahat dengan pelayanan berbayar, menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1997 (JDIH Kemenkeu). Artikel ini menyajikan pemahaman komprehensif tentang hotel—dari definisi kamus, sejarah, hingga klasifikasinya—berdasarkan sumber resmi seperti peraturan pemerintah, kamus, dan literatur akademik.

Last checked: 2026-07-19

Definisi: Bangunan berkamar yang disewakan untuk menginap dan makan (KBBI) · Sejarah: Berasal dari kata hostel, dicatat sejak akhir abad ke-17 · Jenis: Diklasifikasikan berdasarkan bintang, lokasi, tujuan, durasi menginap · Fungsi: Tempat akomodasi sementara bagi wisatawan

Bagaimana Kami Meneliti Ini

Terakhir diperiksa: Maret 2025.

Sumber yang ditinjau: situs web pemerintah, repositori akademik, kamus bahasa, ensiklopedia daring, portal berita, dan platform literasi.

Kami tidak mengunjungi hotel secara langsung, tidak mewawancarai staf hotel, dan tidak melakukan survei lapangan.

Sekilas Fakta Hotel

1 Definisi
  • Bangunan berkamar yang disewakan untuk menginap dan makan (KBBI)
2 Sejarah
  • Berasal dari kata hostel, dicatat sejak akhir abad ke-17 (Wikipedia)
3 Jenis
  • Diklasifikasikan berdasarkan bintang, lokasi, tujuan, durasi menginap (Gramedia Literasi)
4 Fungsi
AspekPenjelasan
Definisi (KBBI)Bangunan berkamar yang disewakan untuk menginap dan makan
Definisi hukum (PP 19/1997)Bangunan khusus untuk menginap/istirahat dengan pelayanan berbayar, tidak termasuk pertokoan dan perkantoran
Definisi (SK Menparpostel 1986)Jenis akomodasi yang menyediakan jasa penginapan, makanan, minuman, dan jasa penunjang lainnya secara komersial
SejarahBerawal dari kata hostel (Prancis Kuno), digunakan sejak akhir abad ke-17
JenisDiklasifikasikan berdasarkan bintang, lokasi, tujuan, durasi
FungsiTempat menginap sementara dengan layanan makan dan minum
Cakupan pajak (UU 28/2009)Mencakup motel, losmen, wisma pariwisata, rumah kos >10 kamar

Apa definisi hotel?

Definisi hotel dapat dipahami dari berbagai perspektif: kamus, hukum, dan akademik. Berikut adalah penjelasannya.

Definisi hotel menurut KBBI

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan hotel sebagai bangunan berkamar yang disewakan sebagai tempat menginap dan makan bagi orang yang sedang dalam perjalanan. Definisi ini menekankan tiga unsur utama: bangunan fisik, fungsi menginap dan makan, serta target pengguna yaitu pelancong.

Definisi hotel menurut para ahli

Para ahli perhotelan memberikan definisi yang lebih luas. Menurut Lawson (1997), hotel adalah sarana tempat tinggal umum bagi wisatawan yang menyediakan pelayanan jasa. Sementara itu, Sulastiyono dan AHMA mendeskripsikan hotel sebagai usaha yang menyediakan kamar tidur serta makanan dan minuman bagi orang yang melakukan perjalanan dan tinggal sementara, dengan pembayaran sesuai pelayanan yang diterima (Scribd). Definisi ini menambahkan dimensi komersial dan profesionalisme.

Pengertian hotel secara umum

Secara umum, hotel dapat diartikan sebagai bangunan atau perusahaan yang menyediakan jasa penginapan jangka pendek, dilengkapi dengan layanan makanan, minuman, dan fasilitas lainnya, yang dikelola secara komersial untuk memperoleh keuntungan. Pengertian ini merangkum unsur-unsur dari definisi kamus, hukum, dan praktik industri.

Intinya: Definisi hotel tidak tunggal; ia mencakup aspek fisik, komersial, dan pelayanan, yang membedakannya dari akomodasi lain seperti losmen atau apartemen.

Sejarah hotel

Sejarah hotel mencakup asal usul kata, perkembangan awal, hingga regulasi di Indonesia.

Asal usul kata hotel

Kata hotel dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Prancis Kuno hostel, yang berarti tempat penampungan bagi pendatang atau bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum. Akar kata ini juga dapat ditelusuri ke bahasa Latin hospitium dan Yunani hosteis, yang merujuk pada ruang tamu atau tempat perlindungan berbayar bagi pengunjung (UII Repository).

Hotel pada abad ke-17

Penggunaan istilah hotel sebagai bangunan publik yang menyediakan pondokan dan makanan mulai tercatat sejak akhir abad ke-17. Pada periode ini, hotel berkembang di kota-kota dan kawasan pariwisata, seiring dengan meningkatnya mobilitas manusia.

Perkembangan hotel di Indonesia

Di Indonesia, regulasi pertama yang mendefinisikan hotel secara hukum adalah Surat Keputusan Menparpostel Nomor KM 37/PW.340/MPPT-86. Kemudian, Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1997 dan PP No. 65 Tahun 2001 mempertegas definisi hotel. Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 memperluas cakupan istilah hotel untuk keperluan pajak daerah, mencakup motel, losmen, wisma pariwisata, dan rumah kos dengan lebih dari 10 kamar.

Kronologi Penting dalam Sejarah Hotel

  • Akhir abad ke-17: Istilah hotel mulai digunakan untuk bangunan publik penyedia pondokan dan makanan.
  • 1986: SK Menparpostel KM 37/PW.340/MPPT-86 memberikan definisi resmi hotel.
  • 1997: PP No. 19 Tahun 1997 mendefinisikan hotel sebagai bangunan khusus untuk menginap dengan pelayanan berbayar.
  • 2001: PP No. 65 Tahun 2001 mempertegas definisi hotel (Eprints Polsri).
  • 2009: UU No. 28 Tahun 2009 memperluas cakupan hotel untuk pajak daerah.

Pola yang terlihat: Definisi hotel terus meluas dari sekadar tempat menginap menjadi mencakup berbagai jenis akomodasi.

“Hotel adalah bangunan yang khusus disediakan bagi orang untuk dapat menginap atau istirahat, memperoleh pelayanan dan atau fasilitas lainnya dengan dipungut bayaran, termasuk bangunan lainnya yang menyatu dikelola dan dimiliki oleh pihak yang sama kecuali untuk pertokoan dan perkantoran.”

— Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2001, Pasal 1 (Eprints Polsri)

Jenis-jenis hotel

Hotel dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria: bintang, lokasi, tujuan kunjungan, dan durasi menginap.

Klasifikasi berdasarkan bintang

Hotel berbintang diklasifikasikan dari bintang 1 hingga 5 berdasarkan standar fasilitas, pelayanan, dan kenyamanan. Hotel bintang 5 menawarkan fasilitas mewah seperti kolam renang, spa, dan restoran kelas atas, sementara bintang 1 menyediakan layanan dasar. Klasifikasi ini diatur oleh pemerintah atau asosiasi perhotelan.

Pelajari lebih lanjut tentang berbagai tipe kamar hotel di artikel Apa Itu Kamar Hotel Mewah? Definisi, Tipe, dan Fasilitas.

Klasifikasi berdasarkan lokasi

Berdasarkan lokasi, hotel dibedakan menjadi city hotel (di pusat kota), resort (di daerah wisata), motel (di pinggir jalan), dan hotel bandara. City hotel melayani pebisnis, resort melayani wisatawan liburan.

Klasifikasi berdasarkan tujuan kunjungan

Ada hotel bisnis, hotel wisata, hotel transit, dan hotel konvensi. Masing-masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan tamu yang berbeda.

Klasifikasi berdasarkan durasi menginap

Hotel umumnya menyediakan penginapan jangka pendek (harian), sementara apartemen hotel atau serviced apartment menawarkan durasi lebih panjang. Hotel tetap dibedakan dari hunian permanen.

Intinya: Keberagaman jenis hotel memungkinkan tamu memilih sesuai kebutuhan dan anggaran.

Tip: Memahami Definisi Hotel

Ketika mencari penginapan, perhatikan klasifikasi hotel. Hotel berbintang biasanya menawarkan standar layanan tertentu. Jika Anda bepergian untuk bisnis, pilihlah hotel yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Fungsi dan ciri-ciri hotel

Fungsi utama hotel adalah menyediakan akomodasi sementara, namun juga memiliki ciri khas yang membedakannya dari tempat tinggal lain.

Fungsi utama hotel

Fungsi utama hotel adalah menyediakan tempat menginap bagi tamu yang sedang dalam perjalanan, baik untuk wisata, bisnis, maupun keperluan lainnya. Selain itu, hotel juga berfungsi sebagai tempat makan dan minum, serta menyediakan jasa penunjang seperti laundry, hiburan, dan pusat kebugaran.

Ciri-ciri hotel

Ciri-ciri hotel antara lain: bersifat komersial, menyediakan kamar tidur, memiliki fasilitas umum (restoran, resepsionis, area parkir), dikelola secara profesional, dan melayani tamu umum untuk jangka pendek. Hotel biasanya berupa bangunan bertingkat dengan jumlah kamar lebih dari 10.

Untuk memahami peran resepsionis hotel, baca artikel Concierge Hotel Artinya: Tugas, Gaji, dan Perbedaan.

Perbedaan hotel dengan apartemen

Hotel berbeda dengan apartemen terutama dalam durasi hunian. Hotel untuk tinggal sementara (harian/mingguan), sedangkan apartemen untuk hunian jangka panjang (bulanan/tahunan). Hotel menyediakan layanan harian seperti kebersihan kamar, sementara apartemen lebih mandiri. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1997 secara tegas menyatakan hotel tidak termasuk pertokoan dan perkantoran.

Kompensasi: Hotel menawarkan kemudahan dan layanan lengkap dengan biaya lebih tinggi per malam, sementara apartemen lebih ekonomis untuk jangka panjang.

“Hotel adalah perusahaan yang menyediakan jasa penginapan dan menyajikan aneka hidangan serta fasilitas lainnya yang memenuhi syarat kenyamanan dengan tujuan komersial.”

— UII Repository (UII Repository)

Catatan: Perbedaan Istilah dalam Regulasi

Dalam regulasi pajak Indonesia, istilah hotel tidak hanya merujuk pada hotel biasa, tetapi juga mencakup losmen, motel, wisma pariwisata, dan rumah kos dengan lebih dari 10 kamar. Ini penting untuk memahami kewajiban perpajakan.

Pertanyaan Umum tentang Hotel

Apa perbedaan hotel dan penginapan?

Hotel dan penginapan sama-sama menyediakan tempat menginap, namun hotel biasanya menawarkan layanan lebih lengkap seperti restoran, resepsionis 24 jam, dan fasilitas tambahan. Secara hukum, UU No. 28 Tahun 2009 memasukkan losmen, motel, wisma pariwisata, dan rumah penginapan dalam cakupan hotel untuk pajak daerah, menunjukkan bahwa perbedaan utama terletak pada tingkat layanan dan fasilitas.

Apa yang dimaksud dengan hotel berbintang?

Hotel berbintang adalah hotel yang telah memenuhi standar tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah atau asosiasi perhotelan, biasanya diklasifikasikan dari bintang 1 hingga 5. Semakin tinggi bintang, semakin lengkap fasilitas dan pelayanan yang ditawarkan. Klasifikasi ini membantu tamu memilih hotel sesuai kebutuhan dan anggaran.

Berapa jumlah minimal kamar untuk disebut hotel?

Tidak ada ketentuan pasti dalam regulasi Indonesia tentang jumlah minimal kamar sebuah hotel. Namun, UU No. 28 Tahun 2009 menyebutkan bahwa rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari 10 termasuk dalam kategori hotel untuk keperluan pajak daerah. Secara praktik, hotel umumnya memiliki lebih dari 10 kamar.

Apakah hotel hanya untuk wisatawan?

Tidak. Menurut KBBI, hotel diperuntukkan bagi ‘orang yang sedang dalam perjalanan’, yang mencakup wisatawan, pebisnis, atau siapa pun yang membutuhkan akomodasi sementara. Hotel juga sering digunakan untuk acara, konferensi, dan pertemuan.

Apa saja fasilitas umum yang biasanya ada di hotel?

Fasilitas umum yang lazim di hotel meliputi kamar tidur dengan perlengkapan, restoran atau tempat makan, resepsionis, layanan kebersihan kamar, area parkir, dan beberapa hotel juga menyediakan kolam renang, pusat kebugaran, ruang pertemuan, dan hiburan. SK Menparpostel 1986 menyebut jasa penginapan, makanan, minuman, dan jasa penunjang lainnya sebagai layanan utama hotel.

Apakah hotel bisa disebut sebagai tempat tinggal permanen?

Tidak. Hotel dirancang untuk hunian sementara dalam jangka pendek, biasanya dihitung per malam. Berbeda dengan apartemen atau rumah kontrakan yang diperuntukkan bagi hunian jangka panjang. Karakteristik ini membedakan hotel dari tempat tinggal permanen.